Perjumpaan yang Melelahkan
oleh Herdy Wibawa
Perjumpaan yang melelahkan
Di taman yang menyeruak renyai
Sebab hujan menyandera bayangbayang
Ia bercerita tentang lahir sangsai
Inikah awal segala kenangan?
Dan ia yang leluasa menyentuh kemaluanku
Sambil membuat barah di sepanjang jalan
Di ujung rembulan
Aku dan ia bercengkrama awam
Samasama saling menundukkan palagan
Semestinya ia pergi sebelum padam lampion
Bersama pedati yang berlari ke tenggara
Segala senyap untuknya adalah lelucon
Hingga tetirahku berhenti di sini
Aku dan asmara tak pernah padu
Segala cinta mencipta api
Menjadikan derai air mata semua pagi
Tetesannya merembes terbawa debu
Ia yang menjelma rindu membuncah
Telah kusiapkan mantra pengantar lelap.
2008

No comments:
Post a Comment